Translate

Tuesday, January 25, 2011

Street Furniture = Memperindah Kota

Street Furniture atau yang sering disebut “perabotan jalan” merupakan salah satu elemen pendukung kegiatan pada suatu ruang publik berupa ruas jalan yang akan memperkuat karakter suatu blok perancangan yang lebih besar.(Permen PU no 6 tahun 2007). Perabot/perlengkapan jalan (street furniture), harus saling terintegrasi dengan elemen wajah jalan lainnya untuk menghindari ketidakteraturan dan ketidakterpaduan lingkungan;

Sedangkan dari katanya Street furnitur adalah suatu topik yang jarang diperhatikan dankombinasi yang tampaknya tidak masuk akal. Furniture Istilah ini biasanya berhubungan dengan ruang privat, sementara jalan adalah ruang publik. Kombinasi ini bahkan lebih aneh dalam bahasa Latin di mana mebel kata berasal dari kata "mobile," yang merupakan sesuatu yang bergerak, sementara furnitur jalanan tidak bergerak, karena biasanya samar atau tetap ke lantai. Namun, derivasi dari "furnitur" dari "fournir," Perancis adalah "untuk menyediakan," tepatnya menggambarkan fungsi: street furniture memberikan kita kenyamanan dalam ruang publik, memberi kita informasi, tempat duduk, pencahayaan, dan perlindungan. Dengan demikian fungsi objektif yang sama seperti furnitur biasa di rumah, rendering ruang kota di

huni.


Halte, lampu jalan, plank pemberitahuan dan tempat sampah termasuk dalam street furniture

Beberapa bentuk street furniture adalah lampu jalan, penandaan (lampu lalu lintas, rambu dll), tempat sampah, halte, tempat duduk, pot bunga dan banyak lagi.Street furniture dapat menunjukkan image yang ingin ditampilkan dan juga tidak ada integrasi antara sistem street furniture dengan lingkungan serta antar jenis elemen street furniture. Diantara sekian banyaknya elemen street furniture yang ada dipilih beberapa yang memilki tingkat prioritas tertinggi, yaitu halte bus, bangku, peta kota, tempat sampah, lampu penerangan jalan umum, dan pagar pembatas jalan.


Street Furniture dapat menjadi ciri khas suatu kawasan


hmm.. bagaimana cara membuat konsep street furniture, emmm bisa dilihat dibawah ini:

Sumber Bagan: DESAIN STREET FURNITURE SEBAGAI PENUNJANG CITY
BRANDING KOTA SURABAYA, Fajar Hidayatullah


Jadi kesimpulannya Perlengkapan/perabotan jalan atau street furniture merupakan suatu perlengkapan kota atau kawasan yang dapat membuat kota atau kawasan menjadi nyaman untuk didiami terus, membuat jalan-jalan umum lancar dan membuat lingkungan menjadi lebih berguna , nyaman dan menyenangkan.



mau melihat konsep,perencanaan dan betapa baiknya street furniture yang ada diluar negri sana, download buku street furniture

http://hotfile.com/dl/87154052/d3a27c6/3037680431strfu.rar.html

Wednesday, January 12, 2011

Penanggulangan Banjir

(sumber gambar: google)

Musim hujan datang, banjir pun datang... yah banjir membuat banyak ketidak nyamanan, dari gangguan ditransportasi, waktu sampe kepenyakit. Tidak gampang dalam menanggulangi banjir tapi mudah dalam membuat banjir. Dalam penanganan banjir harusnya ditangani secara menyeluruh bukan hanya perbagian. Pemililihan penanggulangan banjir dimulai dari filosofi dan normatif.

Metode penanganan banjir terbagi menjadi dua, yaitu secara filosofi dan normatif

Secara filosofinya, penanganan banjir hanya:

- Pindahkan penduduk dari banjir

- Pindahkan banjir dari penduduk

- Hidup harmonis bersama banjir

Secara normatif terbagi menjadi dua yaitu penanganan dengan metode struktur dan metode non struktur.

Metode normatif struktur berupa kontruksi sipil yaitu

- membuat waduk atau embung dihulu

- kolam penampungan banjir (“retention basin”) dihilir

- tanggul penahan banjir sepanjang tepi sungai

- saluran “by pass” atau sudetan

- pengurukan dan pelebaran sungai

- sistem folder

- pemangkasan penghalang ditengah sungai

metode normatif non strktur terbagi menjadi dua yaitu manajemen daerah rawan banjir dan manajemen hulu daerah aliran sungai.

metode normatif non strktur manajemen daerah rawan banjir dengan tindakan

- Pemantauan, peramalan dan peringatan ancaman banjir

- Deseminasi peringatan ancaman, kesiapan bahan dan sistem evakuasi banjir

- Kelembagaan bencana banjir

- Pembautan peta bahaya banjir

- Peningkatan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan banjir

Metode normatif non struktur manajemen hulu daerah aliran sungai

- Pengendalian erosi di hulu Daerah Aliaran Sungai (DAS)

- Pengendalian alih fungsi lahan

- Pengedalian kualitas air sungai

- Kelembagaan konservasi hulu DAS

- Pembuatan peta kawasan lindung

- Peningkatan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam konservasi hulu DAS

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat digambar dibawah b^^d

Metode pemilihan penanggulangan banjir


Hmm.. dari gambar diatas menyatakan penanganan banjir bukan hanya pada satu aspek, jadi perlu perencanaan yang komprehensif dalam menanggulangi banjir dan dilakukan dengan sabar, berhenti berpikir pragmatis (berpikir PENDEK) menangani banjir dengan hanya berpikiran satu aspek seperti meninggikan jalan dan system tambal jalan. Bila banjir bukan jalannya yang pertama kali diatas, percuma jalan ditinggikan bila tempat air untuk menggenang dihilangkan, ujung-ujungnya air akan kembali lagi. Harus dilakukan penanganan menyeluruh untuk mengatasinya.
bagaimana menurut anda???

Sunday, January 9, 2011

mengenal Herman Thomas Karsten (Sang Designer Kota Besar di Indonesia)



Herman Thomas Karsten (Amsterdam, Belanda 22 April 1884 – Cimahi, Indonesia 1945) adalah arsitek dan perencana kota dari Hindia Belanda. Ia adalah putra seorang profesor Filsafat dan Wakil Ketua Chancellor ("Pembantu Rektor") di Universitas Amsterdam sedangkan ibunya adalah seorang kelahiran Jawa Tengah. Herman Thomas Karsten adalah insinyur arsitek lulusan Technische Hoogeschool di Delft yang masuk tahun l904.

Dalam kariernya inilah ia menjadi perencana dan penasihat beberapa proyek bangunan publik di beberapa kota yang kala itu mulai berkembang akibat membaiknya perekonomian, antara lain Batavia (Jakarta), Meester Cornelis (Jatinegara) Bandung, Buitenzorg (Bogor), Semarang (Pasar Johar), Surakarta (Pasar Gede), Malang, Purwokerto, Palembang, Padang, Medan, Banjarmasin, dan bahkan sampai merancang perumahan murah di bagian barat daya Kota Magelang, yaitu Kwarasan. Gaya khas Karsten adalah kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dan menghargai nilai kemanusiaan. Dia tidak pernah melupakan kepentingan kalangan berpenghasilan rendah, sesuatu yang jarang ditemui pada orang-orang Belanda masa itu. Pengaruh Karsten dalam pengembangan kota adalah dengan adanya pembagian lingkungan yang tidak lagi berdasarkan suku, tetapi kelas ekonomi, yaitu tinggi, menengah dan rendah

Karsten berpendapat bahwa perencanaan kota merupakan aktivitas yang saling terkait (sosial, teknologi, ekonomi, fisik dasar, dll) yang harus dipertimbangkan bagi terciptanya keselasaran lingkungan perkotaan . Berdasarkan latar belakangnya Konsep dari perencanaan kotanya selalu menuju tema bangunan perkotaan Inggris (campuran antara budaya Eropa atau Belanda dengan lokal atau Jawa)
Karsten menganggap kota sebagai suatu organisme hidup yang terus bertumbuh. Dalam rencana pengembangan kota, Karsten menganggap penting keberadaan taman-taman kota serta ruang terbuka, dua hal yang tampaknya saat ini mulai terabaikan. Akibat filosofi ini muncullah gaya arsitektur 'Indisch' yang populer pada masa pra-kemerdekaan.
Di Jawa Karsten merencanakan sembilan dari sembilan belas kota-kota yang mendapat otoritas lokal. Pada Kota Semarang Karsten menerapkan prinsip perencanaan pola, penzoningan, hirarki jalan-jalan seperti di Eropa. Naik turunnya semarang dari bukit bukit kecil sampai ke Kota Lama yang terletak di tepi laut memang terlihat dirancang salah satu buah pemikiran Thomas Karsten.

Semenjak berdirinya Technische Hoogeschool di Bandung (ITB sekarang) Karsten menjadi salah satu pengajarnya. Pada tahun 1941 ia menjadi guru besar. Arsitek generasi pertama Indonesia banyak yang merupakan muridnya.
Secara politis, Karsten adalah orang pro-kemerdekaan, suatu sikap yang hanya diambil oleh sebagian kecil kalangan keturunan Eropa (Indo) pada masanya. Malangnya, ia ditangkap oleh tentara pendudukan Jepang pada tahun 1942 sampai ia meninggal di Kamp Interniran Cimahi 1945. Cita-citanya untuk meninggal di bumi Indonesia tercapai walau harus dalam situasi yang tragis.

Hasil karyanya terdapat di kota-kota berikut:
- Bandung
- Banjarmasin
- Bogor
- Cirebon
- Jakarta (termasuk Jatinegara/Meester Cornelis)
• Lapangan Monas (1937)
- Madiun
- Magelang
• Kampung Kwarasan, Kota Magelang (1937)
• Menara air
- Malang
• Kawasan Jalan Ijen
- Padang
- Palembang
• Pasar Sentral
• Pasar Ilir
- Purwokerto
- Semarang
• Penataan kota daerah Candi (1916), Pekunden, Peterongan, Sompok, Semarang Timur (1919), Kampung Senjoyo, Progo, Mlatiharjo
• Pasar Jatingaleh (1930)
• Pasar Randusari
• Pasar Johar (1933)
• Zustermaatschappijen de Semarang (sekarang Kantor PT KAI Daop IV)
• Djakarta LLyod Stoomvart Nederland (Kantor PT (Persero) Djakarta Lloyd)
• Stasiun Poncol (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatscappij),
• Nederlansch Kerk (Gereja Blenduk)
• Rumah Sakit Elizabeth)
• Taman Diponegoro.
Surakarta
• Pasar Gede Harjonagoro (1930 diresmikan)
• Kawasan Pemukiman (Villapark) Banjarsari
• Stasiun Solo Balapan
• Gerbang luar dan Pendapa Pura Mangkunegaran (1917-1920)
• Masjid Wustho Mangkunegaran
• Kawasan Lingkar Manahan
Yogyakarta
• Museum Sonobudoyo (1933)



jalan dikawasan Pemuda semarang, bergayakan hirarki jalan-jalan seperti di Eropa



Pasar johar semarang





Street ijen



stasiun balapan, jadi inget Didi Kempot >_<

source: wikipedia
Google
etc

silakan komen ^^

Saturday, January 8, 2011

Rencana Tata Ruang Non Hijau (apa itu RTNH??)

What?? RTNH... Apa itu RTNH, kalau RTH pasti udah pada tau (diblog ini juga udah dijelaskan ^^). Lalu apa itu RTNH, RTNH adalah Ruang Terbuka Non Hijau (temennya Ruang Terbuka Hijau). Lalu bagaimana kedudukannya dalam wilayah perkotaan?? Mari lihat dibawah:


Sumber: Hidrologi dan Pengelolaan DAS (Chay Asdak, 2002).

Hmm.. Lalu apa itu RTNH?? Menurut Direktorat Penataan Ruang Nasional Ruang Terbuka Non Hijau adalah ruang yang secara fisik bukan berbentuk bangunan gedung dan tidak dominan ditumbuhi tanaman ataupun permukaan berpori, dapat berupa perkerasan, badan air ataupun kondisi tertentu lainnya (misalnya badan lumpur, pasir, gurun, cadas, kapur, dan lain sebagainya).


gambar berbagai macam contoh RTNH

Fungsi utama RTNH adalah fungsi Sosial Budaya, dimana antara lain dapat berperan sebagai:
1. Wadah aktifitas Sosial Budaya masyarakat dalam wilayah kota/ kawasan perkotaan terbagi dan terencana dengan baik
2. pengungkapan ekspresi budaya/kultur lokal;
3. merupakan media komunikasi warga kota;
4. tempat olahraga dan rekreasi;
5. wadah dan objek pendidikan, penelitian, dan pelatihan dalam mempelajari alam.


Manfaat RTNH secara Langsung merupakan manfaat yang dalam jangka pendek atau secara langsung dapat dirasakan, seperti:
• Berlangsungnya aktivitas masyarakat, seperti misalnya kegiatan olahraga, kegiatan rekreasi, kegiatan parkir, dan lain-lain.
• Keindahan dan kenyamanan, seperti misalnya penyediaan plasa, monumen, landmark, dan lain sebagainya.
• Keuntungan ekonomis, seperti misalnya retribusi parkir, sewa lapangan olahraga, dan lain sebagainya.

Wow, fungsi dan manfaat yang baik bagi suatu kota sehingga perlu pengaturan yang baik untuk mendapatkan fungsi dan manfaat yang optimal…

Sumber: - Pedoman RTNH

Download pedoman RTNH (copy link )
http://www.penataanruang.net/taru/upload/nspk/pedoman/RTNH.pdf

ditunggu komennya yah.. ^^

logo kontes



Arti logo:
Panah keatas: menunjukkan bahwa tiada henti untuk terus keatas menuju puncak puncak kejayaan berprestrasi (warna merah sesuai dengan seragam tim)

Background pemain: menunjukkan pemain2 sukses dengan latar hijau sebagai penegas untuk tempat orang-orang sukses dilapangan hijau

Lambang bola: menunjukkan suatu perkumpulan sepakbola(terletak dibawah menunjukkan perkumpulan bola dibawah FS Triple

Warna merah putih: diadob dari warna bendera kebanggaan kita dan elemen warna kaos tim.

Friday, January 7, 2011

Ruang Terbuka Hijau.. Penting!!!

Berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang , proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan sebesar 30% merupakan ukuran minimal untuk menjamin keseimbangan ekosistem kota, baik keseimbangan sistem hidrologi dan keseimbangan iklim, maupun sistem ekologis lain yang dapat meningkatkan ketersediaan udara bersih yang diperlukan masyarakat, serta dapat meningkatkan nilai estetika kota. Ruang terbuka hijau di sempadan sungai dapat menjadi salah satu penyumbang untuk mencapai proporsi 30% ruang terbuka hijau, terutama di perkotaan yang lahan lebih banyak digunakan untuk kegiatan ekonomi.
Ruang terbuka hijau sendiri adalah ruang terbuka yang di dalam pemanfaatannya didominasi oleh pengisian hijau tanaman atau tumbuh-tumbuhan secara alamiah ataupun budidaya tanaman seperti lahan pertanian, pertamanan, perkebunan dan sebagainya. Ruang terbuka ini dapat berupa pertamanan, tempat olah raga, tempat bermain anak-anak, perkuburan(biar g serem) dan daerah hijau umumnya. Berdasarkan Permen PU No. 5 Tahun 2008 memberikan pengertian Ruang Terbuka Hijau adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.

Hmm… Ruang terbuka hijau dapat dikelompokkan berdasarkan letak dan fungsinya sebagai berikut :
- ruang terbuka kawasan pantai (coastal open space);
- ruang terbuka di pinggir sungai (river flood plain);
- ruang terbuka pengaman jalan bebas hambatan (greenways);
- ruang terbuka pengaman kawasan bahaya kecelakaan di ujung landasan Bandar Udara.

Ruang Terbuka Hijau bertujuan untuk penghijauan kota mempunyai manfaat bagi kehidupan masyarakat, diantaranya (Nazarudin ; 1996):
1. Manfaat Estetika
Manfaat estetika atau keindahan dapat diperoleh dari tanaman-tanaman yang sengaja ditata sehingga tampak menonjol keindahannya. Warna hijau dan aneka bentuk dedaunan serta bentuk susunan tajuk berpadu menjadi suatu pemandangan yang indah dan menyejukkan.
2. Manfaat Orologis
Perpaduan antara tanah dan tanaman merupakan kesatuan yang saling memberikan manfaat. Pepohonan yang tumbuh di atas sana akan mengurangi erosi. Manfaat orologis. Hal ini penting untuk mengurangi tingkat kerusakan tanah, terutama tanah longsor dan menjaga kestabilan tanah.
3. Manfaat Hidrologis
Struktur akar tanaman mampu menyerap kelebihan air apabila turun hujan sehingga tidak mengalir dengan sia-sia melainkan dapat terserap oleh tanah. Dengan demikian daerah hijau menjadi sangat penting sebagai daerah persediaan air tanah.
4. Manfaat Klimatologis
Keberadaan tanaman dapat menunjang faktor-faktor iklim seperti; kelembaban curah hujan, ketinggian tempat, dan sinar matahari. Iklim yang sehat dan normal penting untuk keselarasan hidup manusia. Efek rumah kaca akan dikurangi dengan banyaknya tanaman dalam suatu daerah. Bahkan adanya tanaman akan menambah kesejukan dan kenyamanan lingkungan.
5. Manfaat Edhapis
Manfaat edhapis berhubungan erat dengan lingkungan hidup satwa di lingkungan perkotan yang semakin terdesak lingkungannya dan semakin berkurang tempat huniannya. Lingkungan hijau akan memberi tempat yang nyaman bagi satwa tanpa terusik.
6. Manfaat Ekologis
Keserasian lingkungan bukan hanya baik untuk satwa, tanaman atau manusia saja. Kesemua makhluk ini dapat hidup nyaman apabila ada kesatuan, sebab dalam kehidupannya makhluk hidup saling ketergantungan. Apabila salah satunya musnah maka makhluk hidup lainnya akan terganggu hidupnya.
7. Manfaat Protektif
Pohon dapat menjadi pelindung dari teriknya sinar matahari di siang hari serta dapat menjadi pelindung dari terpaan angin kencang dan peredam dari suara kebisingan.
8. Manfaat Higienis
Meningkatnya polusi udara di perkotaan dapat berakibat fatal bagi kehidupan manusia. Dengan adanya tanaman, bahaya polusi ini mampu dikurangi karena dedaunan tanaman mampu menyaring debu dan menghisap kotoran di udara. Selain itu warna dan karakter tumbuhan dapat digunakan untuk terapi mata jiwa.
9. Manfaat Edukatif
Semakin langkanya pepohonan yang hidup di perkotaan membuat sebagian warganya tidak mengenalnya lagi. Karena langkanya pepohonan tersebut maka generasi manusia yang akan datang yang hidup dan dibesarkan di perkotaan seolah tidak mengenal lagi sosok tanaman yang pernah ada. Sehingga penanaman kembali pepohonan di perkotaan dapat bermanfaat sebagai laboratorium alam.

Banyak banget manfaat RTH bagi kota, hmmm.. Sekarang Kota mana yang masih menganggap g penting dan g mau ada RTH nya???
Sumber:
- UU No. 26 Tahun 2007
- Permen PU No. 5 Tahun 2008
- Nazarudin ; 1996


RTH, biar lebih asyik lagi bisa baca buku “LANDSCAPE TREES AND SHRUBS Selection, Use and Management” tentangpenanaman pohon, pemilihan pohon, penggunaan dan menejemen dalam vegetasi..



bisa didownload pada link dibawah ini…

http://www.filesonic.com/file/36505709/1845930541.pdf