Translate

Friday, April 15, 2011

Fungsi-fungsi Sungai


Fungsi-fungsi Sungai

(Tentang Sungai Part2)

Posting ini merupakan lanjutan dari Tentang Sungai Part 1 yang membahas "definisi-permasalahan-dan-karakteristik Sungai di Indonesia"

- Sungai Sebagai Ekologi

Menurut kitab suci Al-Qur’an pada surah Al Naml : 61, sungai difungsikan sebagai kelengkapan sempurnanya lingkungan hidup sungai berfungsi sebagai ekosistem yang dapat menjadikan kehidupan terus berjalan secara baik.

Sungai mempunyai fungsi vital kaitannya dengan ekologi, sungai dan bantarannya biasanya merupakan habitat yang sangat kaya akan flora dan fauna sekaligus sebagai barometer kondisi ekologi daerah tersebut. Sungai yang masih alamiah dapat berfungsi sebagai aerasi alamiah yang akan meningkatkan atau menjaga kandungan oksigen air di sungai.

Komponen ekologi sungai adalah vegetasi daerah badan, tebing dan bantaran sungai. Pada sungai sering juga ditemui sisa vegetasi misalnya kayu mati yang posisinya melintang atau miring sungai. Kayu mati pada sungai kecil dan menengah menunjukkan fungsi hidrolik yang berarti Fungsi hidrauliknya adalah bahwa kayu mati akan menghambat aliran air ke hilir, aliran air tebendung sehingga air tertahan di daerah hulu (Agus Maryono, 2005).


- Sungai sebagai Sumber Kehidupan

Pada surah Al Baqarah : 249 fungsi sungai untuk menampung air minum.

PP 35 tahun 1991 menyebutkan fungsi Sungai sebagai sumber air merupakan salah satu sumber daya alam yang mempunyai fungsi serbaguna bagi kehidupan dan penghidupan manusia.

Ruang Produksi, peranan sebagai ruang produksi disini adalah sumberdaya perikanan yang bertahan jika semua kegiatan yang menganggu kehidupan (Pencemaran) perikanan sampai pada tahap yang dapat memusnahkan. ( Djanen Bale, Dkk 1996)

- Transportasi

Menurut Al-qur’an pada surah Ibrahim ayat 32, dijelaskan bahwa sungai difungsikan sebagai alat transportasi, karena sungai menjadi sarana kapal-kapal berlayar yang dapat menghubungkan orang bepergian ke tempat yang dituju.

Menurut Agus Maryono 2005, Sebagai fungsi transportasi, sungai bisa dilihat dari dari berbagai kelayakan, yaitu

a. Kelayakan ekonomi ; Transportasi sungai (kapal) memiliki keefektifan yang sangat tinggi, karena kapal memiliki kapasitas angkut barang paling efektif. Sebuah kapal barang dengan panjang 110 m dan lebar 10 m dapat menggantikan 87 buah truk atau sebanyak 50 gerbong kereta api. Ini berarti satu kapal dapat menghemat pemalain bensin dan tenaga kerja.

b. Kelayakan lingkungan ; salah satu sebab hancurnya kualitas sungai dan menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah karena sungai tidak dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana yang murah untuk transportasi atau rekreasi sejarah dan kondisi di Indonesia. Jika di lihat dari sejarah maka akan ditemukan bahwa transportasi sungai di Indonesia sampai tahun 1920 masih dominan, sebagai contoh : kota Majapahit di Jawa Timur, di Semarang yang pada tahun 1950an kapal dagang kecil masi bisa masuk sampai di tengah kota. Sedangkan di luar jawa seperti Sumatera dan Kalimantan, sungai sudah secara tradisional digunakan sebagai sarana transportasi.

Robert Kodoatie juga menyatakan bahwa sungai merupakan lintas sektoral yang mempunyai fungsi ganda yaitu fungsi ekonomi, ekologis dan Sosial; Mempunyai fungsi Sosial, dapat menjadi penghubung antara masyarakat (sebagai transportasi), kegiatan dan interaksi.

Menurut Bale Djanen dkk 1996, Prasarana penghubung, masyarakat yang bermukim dilingkungan perairan sungai menggunakan perairan sebagai penghubung sepanjang memiliki ciri-ciri yang sejalan dengan pengguna tersebut. Ciri-ciri tersebut berkaitan dengan volume air dan kecepatan arus.

- Sungai sebagai Sumber Ekonomi

Mempunyai fungsi ekonomi, sebagai konsumsi dan kebutuhan berbagai aktivitas seperti industri, perdagangan dan jasa,pertanian dan wisata yang dapat menghasilkan nilai ekonomi

Mempunyai fungsi ekonomi, karena dapat menghasilkan nilai ekonomi seperti ruang produksi, wisata dan raw material (Robert Kodoatie, 2002)

Budidaya ikan disungai menjadikan sungai memiliki fungsi ekonomi

Sumber:

Al-Qur'an

Bale Djanen, 1996, Analisis Pola Permukiman Perairan di Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta

Maryono Agus, 2005, Eko-Hidraulik Pembangunan Sungai. UGM Yogyakarta

Kodoatie J Robert, 2002, Banjir. Pustaka pelajar Yogyakarta

4 comments:

  1. wah keren neh bob..andaikan di semarang ada yaa..klo di dekatn rumahku utk buang hajat tuh hehe

    ReplyDelete
  2. iya mba, inilah teori(idealnya)... tp terkadang antara teori dan lapangan berbeda...

    wah ditempat asal saya juga sama mba, dipakai untuk buang hajat juga hehehe

    ReplyDelete
  3. iya pak sama-sama, semoga bermanfaat.. monggo silakan di share..

    kebetulan saya juga seorang yg cinta akan sungai, jd insya allah saya akan terus menulis "tentang sungai" lainnya..

    ReplyDelete