Translate

Wednesday, January 12, 2011

Penanggulangan Banjir

(sumber gambar: google)

Musim hujan datang, banjir pun datang... yah banjir membuat banyak ketidak nyamanan, dari gangguan ditransportasi, waktu sampe kepenyakit. Tidak gampang dalam menanggulangi banjir tapi mudah dalam membuat banjir. Dalam penanganan banjir harusnya ditangani secara menyeluruh bukan hanya perbagian. Pemililihan penanggulangan banjir dimulai dari filosofi dan normatif.

Metode penanganan banjir terbagi menjadi dua, yaitu secara filosofi dan normatif

Secara filosofinya, penanganan banjir hanya:

- Pindahkan penduduk dari banjir

- Pindahkan banjir dari penduduk

- Hidup harmonis bersama banjir

Secara normatif terbagi menjadi dua yaitu penanganan dengan metode struktur dan metode non struktur.

Metode normatif struktur berupa kontruksi sipil yaitu

- membuat waduk atau embung dihulu

- kolam penampungan banjir (“retention basin”) dihilir

- tanggul penahan banjir sepanjang tepi sungai

- saluran “by pass” atau sudetan

- pengurukan dan pelebaran sungai

- sistem folder

- pemangkasan penghalang ditengah sungai

metode normatif non strktur terbagi menjadi dua yaitu manajemen daerah rawan banjir dan manajemen hulu daerah aliran sungai.

metode normatif non strktur manajemen daerah rawan banjir dengan tindakan

- Pemantauan, peramalan dan peringatan ancaman banjir

- Deseminasi peringatan ancaman, kesiapan bahan dan sistem evakuasi banjir

- Kelembagaan bencana banjir

- Pembautan peta bahaya banjir

- Peningkatan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan banjir

Metode normatif non struktur manajemen hulu daerah aliran sungai

- Pengendalian erosi di hulu Daerah Aliaran Sungai (DAS)

- Pengendalian alih fungsi lahan

- Pengedalian kualitas air sungai

- Kelembagaan konservasi hulu DAS

- Pembuatan peta kawasan lindung

- Peningkatan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam konservasi hulu DAS

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat digambar dibawah b^^d

Metode pemilihan penanggulangan banjir


Hmm.. dari gambar diatas menyatakan penanganan banjir bukan hanya pada satu aspek, jadi perlu perencanaan yang komprehensif dalam menanggulangi banjir dan dilakukan dengan sabar, berhenti berpikir pragmatis (berpikir PENDEK) menangani banjir dengan hanya berpikiran satu aspek seperti meninggikan jalan dan system tambal jalan. Bila banjir bukan jalannya yang pertama kali diatas, percuma jalan ditinggikan bila tempat air untuk menggenang dihilangkan, ujung-ujungnya air akan kembali lagi. Harus dilakukan penanganan menyeluruh untuk mengatasinya.
bagaimana menurut anda???

1 comment:

  1. postingan yang menarik, kami juga punya artikel terkait 'Banjir' silahkan buka link ini
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2391/1/Analisis%20Banjir%20Rancangan%20Dengan%20Metode%20HSS%20Nakayasu%20Pada%20Bendungan%20Gantung.pdf
    semoga bermanfaat ya

    ReplyDelete